

CERITA ANAK RAJAWALI YANG DIBESARKAN BERSAMA AYAM
Berikut ini adalah sebuah cerita dari Anthony de Mello, seorang rohaniwan India, sebagai motivasi untuk membangkitkan jiwa wirausaha mandiri dalam diri kita.
Alkisah, adalah seorang pengembara yang menemukan sebuah telur rajawali di tengah hutan. Telur itu dibawanya pulang, sesampainya di rumah telur itu diletakkan bersama telur-telur ayam yang sedang dierami induknya.
Suatu hari, ia melihat seekor burung dengan gagahnya terbang di udara. Dan ia pun bertanya pada ibunya, yang tentunya seekor ayam. “Ibu, apa itu?” Induk ayam itu pun melihat ke udara, “Oh,..itu adalah rajanya segala burung di udara, Nak. Namanya Rajawali. Kita hanyalah burung-burung tanah yang berkotek, mengais tanah dan memakan cacing. Jangan harap kita bisa seperti dia, Nak.” kata induk ayam itu penuh kasih sayang.
Saudaranya yang tentunya juga seekor anak ayam menyela pembicaraan mereka, “Ah..tapi kamu mirip dia. Sekarang coba kamu terbang.” tutur saudaranya. “Ah, masa iya?” kata anak rajawali yang belum menyadarinya. “Mari kita ke sungai dan melihat wajahmu.” ajak saudaranya.
Ketika melihat bayangan dirinya di air sungai, ia pun mulai percaya bahwa dirinya adalah Rajawali. Akan tetapi, karena ia besar bersama ayam dan telah menikmati kehidupan layaknya ayam, maka ia pun pesimis bisa terbang bebas seperti rajawali. Ibu dan saudara-saudaranya kemudian menaikkan dia ke atas batu dan menyuruhnya terbang. Seperti sudah diduga, mula-mula ia beberapa kali jatuh. Namun, setelah mencoba dengan tekun, ia mulai bisa terbang.
Angin yang berhembus kencang secara tiba-tiba membuat ia terbang makin tinggi. Dari 10 meter, 100 meter, 100 meter dan akhirnya hilang di balik awan. Dari atas sana ia memandang ke bawah. Sambil melihat keluarganya tercinta ia berkata, “Engkau yang menyadarkan aku. Engkau yang menciptakan aku menjadi Rajawali. Terima kasih……”
Dari cerita di atas, kita bisa mengambil hikmah bahwa untuk memulai wirausaha kita jangan selalu terpaku pada bakat. Bakat hanyalah salah satu aspek yang menentukan dalam keberhasilan, tanpa didukung dengan ketekunan, bakat tidak akan berarti apa-apa.
Sebuah ungkapan bijak dari Presiden Amerika, Calvin Coolidge : “Di dunia ini tidak ada yang mengalahkan ketekunan. Bakat pun tidak: ini karena ada sekian banyak orang yang gagal meskipun mereka berbakat. Pendidikan juga tidak bisa menggantikannya, dunia ini penuh dengan orang berpendidikan yang gagal. Hanya ketekunan dan kebulatan tekadlah yang tidak terkalahkan.
Ayo, dengan ketekunan Bangkitkan selalu jiwa wirausaha mandiri dalam diri kita.
Bila Anda suka dengan artikel ini, bagikan kepada teman facebook anda dengan
Thu, 11 Feb 2010 @10:55yadin |
Sat, 27 Feb 2010 @22:29ali basit |
Mon, 22 Mar 2010 @08:34ag003ng |
Copyright © 2010 ali basit · All Rights Reserved
Powered by DBS Webmatic